PengetahuanUmum

Negara Zimbabwe Mengalami Krisis Ekonomi sampai Inflasi 785%

tamanilmu.com – Bagaimanakah nasib sebuah negara yang nilai tukar uang terhadap mata uang asing melorot tajam. Itulah yang terjadi dengan negara Zimbabwe. Kurs mata uang Zimbabwe pernah anjlok ke tingkat terendah.

Mata uang satu dolar AS diperdagangkan senilai satu miliar dolar Zimbabwe. Anjloknya mata uang Zimbabwe mengakibatkan harga barang meroket tajam. Nilai tukar satu dolar AS melonjak drastis sekitar 1,45 miliar dolar Zimbabwe.

Negara Zimbabwe Pernah Mengalami Penurunan Mata Uang Tertajam | Pengetahuan Sejarah

Negara Zimbabwe Mengalami Krisis Ekonomi sampai Inflasi 785%

Mau tidak mau Bank induk Zimbabwe akhirnya resmi mengeluarkan pecahan uang dengan nilai $10,000,000,000,(10 Miliyar dollar zimbabwe) sekaligus mencatat rekor terbaru pecahan uang terbesar di dunia.sehingga negara ini masuk dalam daftar 10 besar negara termiskin dunia.

Uang pecahan Zimbabwe yang baru senilai $ 10,000,000,000 ZWD atau 10 Miliyar Dollar dalam satu lembar.

Sebelum januari 2011 uang $500 Juta ini setara $1,6 amerika atau Rp.15,000 di indonesia, uang segitu di jakarta cuma bisa buat beli mie ayam dan teh botol (itu jg mienya blom tentu pake pangsit..wkwkw)

Tetapi sekarang kurs ZWD tembus $700 Juta per Dollar (tambah gak berharga tu uang alias hancur mina ni negara secara finansial gan ! )

Nilai mata uang negeri itu terdepresiasi sekitar 84 persen sejak Bank Sentral Zimbabwe mengambangkan kurs mata uang setelah bertahun-tahun mematok kurs.

Menurut pengamat, melorotnya nilai mata uang dolar Zimbabwe dipicu oleh inflasi serta permintaan uang tunai yang luar biasa banyak.

‘’Nilai tukar didorong oleh permintaan terhadap valuta asing, serta keinginan untuk mengamankan dana menghadapi inflasi,’’ kata Mudzingwa Nhiwatiwa, analis pada ZABG Banking Group.

‘’Hal itu menunjukkan kapasitas valuta kami sangat rendah. Jika kami tidak mampu memulihkan ekspor dan produksi, dolar Zimbabwe akan terus terdepresiasi secara tajam,’’ kata dia.

Kapasitas produksi Zimbabwe yang banyak bergantung pada sektor pertanian, menurun tajam akibat krisis pertanahan. Presiden Robert Mugabe mengeluarkan kebijakan menyita lahan milik warga kulit putih untuk diberikan kepada warga pribumi.

Harga barang-barang kebutuhan pokok melambung tinggi sejak terjadi gejolak politik pascapemilu 29 Maret.

Nhiwatiwa mengatakan, pembebasan sistem valuta asing yang tidak didukung dengan produksi mengakibatkan harga-harga meroket. Hal itu ditambah ketidakpastian politik akibat krisis pemilu.

di Negara Zimbabwe Roti tawar yang dulu seharga 15 juta dolar Zimbabwe kini melonjak menjadi 600 juta dolar Zimbabwe. Satu liter minyak goreng harganya 2,5 juta dolar. Pada Februari lalu, inflasi di negeri itu mencapai 165.000 persen atau tertinggi di dunia.

Angka inflasi makin menggila menjadi 1,8 juta persen pada Mei lalu.

Ini dia beberapa pecahan yg dah dikeluarkan oleh bank induk di zimbabwe dari 5 dollar sampe 250 juta dollar dalam satu lembar.

Dibutuhkan $50 M (million) atau 50 juta dollar untuk membeli sebungkus kacang di pinggiran jalan zimbabwe.

Semua orang termasuk gelandangan dah jadi milyarder di sini.. ck ck,

Orang abis gajian, dliat dari tampangnya aja, bukanya seneng malah tambah menderita. sabar ya boss.. Siapin duit dulu bos buat bayar bir dan minumanya..

Saking dah gak berharganya, Money changernya aja udah gak ada yang mau ngitung kalo di Zimbabwe, karena males dan sudah terbiasa, mereka pake timbangan buat ngukurnya, setelah ditimbang dapetnya cuma selembar uang 1 dollar. (nelen ludah deh.. Dibutuhkan Beberapa milyar untuk membeli satu ekor ayam disana.. (mending ternak tokek deh klo gtu mah).

Tanpa mata uang yang stabil dan berharga, Zimbabwe tidak bisa mengimpor. Rakyatnya menghadapi kelangkaan makanan, bahan bakar, dan peralatan medis di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang bahkan mampu melumpuhkan negara-negara maju.

EXX Africa mengatakan, “Bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, Negara Zimbabwe sekali lagi menghadapi hiperinflasi yang akan menghancurkan ekonominya, bencana kelaparan, dan ketidakstabilan sosial yang turut mengancam negara-negara tetangga, dan bahaya intervensi militer yang ingin merebut kekuasaan lagi”.

Menteri Keuangan Negara Zimbabwe Mthuli Ncube, berkeinginan menjadikan negaranya sebagai kelas menengah dunia. Demi tercapainya keinginan tersebut Mthuli Ncube segera membayar utang untuk menarik investor asing dan memperbaiki citra negaranya.

Dan hal tersebut membuahkan hasil, inflasi Negara Zimbabwe pada Juni 2021 berada diangka 106%, kemudian turun menjadi 56% pada bulan Juli 2021.

Seneng apa susah ya, punya uang banyak tapi makan susah. Itulah kejadian unik yang pernah menimpa NegaraZimbabwe. Semoga cepat kelar ya. Kasihan mau belanja, berat uangnya daripada belanjaannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button