Bidang Ilmu Pendidikan

Pengertian Ekonomi Deskriptif Beserta Ciri-Ciri dan Contoh

Ilmu Ekonomi Deskriptif

Taman Ilmu | Ilmu Ekonomi Deskriptif – Salah satu ilmu yang paling dekat dengan kehidupan manusia adalah ilmu ekonomi. Namun, ruang lingkup ilmu ekonomi itu sangatlah luas, sehingga Alfred W. Stonier dan Douglas C. Hagues membagi ilmu ekonomi yang salah satunya adalah ekonomi deskriptif.

ketika sedang mempelajari Ilmu Ekonomi maka harus dipelajari juga ekonomi deskriptif. Karena keduanya saling berhubungan dan tidak bisa dilepaskan.

Nah, agar semakin memahami tentang ekonomi deskriptif, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Pengertian Ilmu Ekonomi Deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu yang menjelaskan berbagai data yang mampu menggambarkan seluruh fakta ekonomi atas apa yang terjadi pada manusia. Ekonomi deskriptif merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari mengenai keadaan ekonomi di suatu negara secara nyata.

Biasanya ekonomi deskriptif menggambarkan tentang hubungan Dengan mempelajari ilmu ekonomi deskriptif, maka akan akan lebih mampu mengkaji dan menganalisis seluruh gambaran, kondisi dan berbagai fakta yang sebenarnya terjadi dalam suatu kegiatan ataupun ruang lingkup perekonomian.

Selain itu, ekonomi deskriptif juga diartikan sebagai pandangan yang menjelaskan tentang hubungan prediksi dari kondisi ekonomi yang akan terjadi dengan sifat-sifat ekonomi yang telah terwujud dalam kegiatan ekonomi sebelumnya, serta pengaruh-pengaruh yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Untuk di Indonesia sendiri, ilmu ekonomi deskriptif ini lebih sering digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bisa menyediakan gambaran terkait kondisi ekonomi Indonesia secara makro ataupun mikro.

Singkatnya ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang menjelaskan gambaran fakta atau data empiris tentang peristiwa ekonomi.

Ilmu ini berfungsi dalam mengkaji kondisi perekonomian di suatu tempat atau wilayah tertentu

Ciri-ciri dan Fungsi Ekonomi Deskriptif

Berdasarkan pengertian yang sudah kita bahas di atas, maka ekonomi deskriptif mempunyai ciri dan sifat yang secara nyata ataupun faktual, bukanlah suatu hal yang bisa direkayasa.

Selain itu, dalam penggambarannya, ekonomi deskriptif mempunyai beberapa bentuk, seperti berupa grafik maupun kurva.

Apa saja ciri-ciri ekonomi deskriptif?

  • Bersifat nyata atau faktual dan bukan sebuah rekayasa.
  • Ekonomi deskriptif dalam penggambarannya memiliki beberapa bentuk seperti grafik maupun kurva
  • Fungsi utama dari ekonomi deskriptif ini adalah agar dapat mengetahui ekonomi suatu negara secara nyata
  • Fungsi ekonomi deskriptif adalah mendorong proses produksi dan menciptakan mekanisme untuk distribusi sehingga dapat berjalan dengan baik
  • Memiliki fungsi lain yakni agar dapat mengorganisasikan individu dengan suatu cara ataupun metode tertentu.

Cara Mempelajari Ekonomi Deskriptif

Ternyata ada cara tersendiri untuk mempelajari ekonomi deskriptif. Saat mempelajarinya memerlukan pemahaman mengenai perilaku masyarakat serta memahami masalah globalisasi karena semakin pentingnya peranan ekonomi dalam kehidupan.

Masalah ekonomi yang berkembang dalam masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan filsafat.

Dari itu ekonomi deskriptif diperlukan karena sebagian besar dari tindakan masyarakat bertujuan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Oleh karena itu tidak mengejutkan bila ilmu ekonomi deskriptif disebut sebagai pemegang peranan penting dalam kehidupan sosial.

Dalam mempelajari ilmu ekonomi deskriptif dapat membuat pola pikir masyarakat berubah menjadi praktis dan efisien. Jadi ilmu semakin dibutuhkan dan dianggap penting baik secara keilmuan maupun dalam praktiknya.

Contoh-contoh Ekonomi Deskriptif

Agar memahami mengenai materi ini, berikut dari Taman Ilmu berikan beberapa contoh nya :

Contoh 1 –Tahun 1998 Terjadi Inflasi di Indonesia

Peristiwa inflasi pada tahun 1998 silam di Indonesia. Perekonomian Indonesia pada tahun 1997 tidak pernah mengalami minus. karena setelah melewati tahun tersebut, perekonomian berjalan tidak lancar.

Puncaknya di tahun 1998 semakin parah, ekonomi Indonesia terus merosot. Kemudian menjelang akhir tahun 1998, perekonomian Indonesia mulai membaik meski tidak signifikan dan cenderung kecil.

Bagaimana bisa terjadi krisis moneter pada tahun 1998 di Indonesia?

Peristiwa bersejarah tersebut terjadi karena efek rendahnya tingkat kepercayaan pasar dan masyarakat. Sehingga krisis moneter tidak terhindarkan lagi. Apalagi didukung masalah politik yang tidak stabil terkait suksesi kepemimpinan nasional.

Belum lagi karena dipengaruhi oleh besarnya utang luar negeri. Makanya tak heran kalau kondisi ekonomi Indonesia pada tahun itu terus memburuk.

Waktu itu tercatat utang luar negeri Indonesia mencapai luar negeri mencapai 138 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh swasta per bulan Maret 1998. Terhitung sekitar 2/3 nya utang jangka pendek yang jatuh tempo di tahun tersebut.

Sedangkan ada 14,44 miliar dolar AS sebagai cadangan devisa. Adanya krisis ini, mempengaruhi segala sektor. Sehingga banyak perusahaan dan perbankan yang kelimpungan untuk bertahan.

  1. Kondisi Ekonomi Amerika Pasca Perang Dunia II

Contoh yang nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat adalah kondisi ekonomi negara Amerika setelah Perang Dunia II.

Sistem moneter internasional kala itu sempat mengalami masa keterpurukan di periode dua perang dunia. Dampak dari perang dunia ini adalah rusaknya mekanisme seluruh pasar bebas dan menurunnya tingkat volume perdagangan di seluruh dunia.

Hal tersebut turut berdampak pada daerah lain di negara Eropa. Bahkan, negara Amerika sendiri pun turut terancam kehilangan pasar di wilayah Eropa Barat.

Sudah pasti pihak Amerika tidak ingin kehilangan ini dan segera saja membuat suatu tindakan dengan memperbaiki sistem moneter dunia dengan membentuk suatu sistem yang disebut Bretton Woods.

Namun dalam kenyataannya, proses evaluasi ini tidak hanya dilakukan oleh Amerika saja, tapi juga dengan negara Inggris. Sehingga, perlahan-lahan perekonomian dunia pun tampak membaik.

Setelah Perang Dunia II inilah pada akhirnya melahirkan negara Uni Soviet sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang lebih dominan.

  1. Penetapan APBN Tahun 2019

Yang bisa kita rasakan adalah tentang penetapan APBN di tahun 2019 lalu.Jumlah APBN pada tahun 2019 ini tidak mengalami nilai defisit dan malah menuju pada angka yang positif, yang mana angka kemiskinan pada saat ini cenderung menurun.

Target penerimaan perpajakan pada tahun 2019 tersebut meningkat 15,4% dari outlook APBN di tahun 2018 lalu. Rasio pajaknya berada sekitar 12,2%.

Sehingga, kontribusi penerimaan pajak pun meningkat dan bisa digunakan sebagai stimulus motor untuk bisa meningkatkan iklim investasi dan juga daya saing.

Dalam ekonomi.kompas.com, Sri Mulyani menjelaskan bahwa alokasi belanja Pemerintah Pusat pada tahun 2019 digunakan untuk bisa meningkatkan daya saing bangsa dengan meningkatkan SDM, memperkuat infrastruktur, meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial, pelaksanaan agenda demokrasi, memperkuat birokrasi dan juga mengantisipasi ketidakpastian bencana.

  1. Kondisi Perekonomian Indonesia Tahun 1970

Tentang kondisi perekonomian di Indonesia pada tahun 1970-an. Pada tahun tersebut, perekonomian Indonesia berada di posisi yang baik dan stabil. Sat itu industri dan perekonomian nasional berada di titik sukses.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, fokus tahun 70an pada industri substitusi impor, pada waktu itu yang namanya kebijakan industri banyak dipengaruhi struktur proteksi terhadap industri dalam negeri.

Dalam periode tersebut struktur proteksi itu dikembangkan. Dimana sektor itulah yang waktu itu dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian.

Hanya saja, pertumbuhan ini tidak berjalan mulus dan konsisten sesuai harapan. Pada tahun 80-an kebijakan industri substitusi impor mengalami perlambatan. Namun kondisi itu sedikit menguntungkan karena pemerintah juga tengah merancang sistem baru.

Melambatnya kegiatan impor sebagai cara untuk menyiapkan sistem baru yang direncanakan. Sehingga ketika kebijakan substitusi impor diubah secara besar-besaran, masa orde baru perekonomian semakin kuat dan pertumbuhan transaksi pun juga berjalan mulus.

Ekonomi Deskriptif Sangat Dekat dengan Kehidupan

Banyak contoh lainnya dari ekonomi deskriptif. Tidak hanya bisa dilihat secara makro saja, namun secara mikro juga masih ada contoh lainnya.

Untuk ekonomi mikro, contohnya adalah kondisi perekonomian rumah tangga, perhitungan biaya rumah tangga dalam kurun waktu satu bulan, dan lain-lain.

Contoh ekonomi deskriptif lainnya yang bisa dengan mudah kita temui seperti organisasi pedesaan.

Seperti saat rapat dengan takmir atau rapat desa yang membahas perkembangan ekonomi desa, termasuk di dalamnya pendapatan asli desa sampai perencanaan anggaran hidup para karyawan yang kos selama satu bulan yang bisa dijadikan sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button