KesehatanObat Herbal Dan Tradisional

9 Manfaat Jahe dan Efek Sampingnya

Taman Ilmu | Tanaman Jahe atau yang lebih dikenal dengan nama latin Zingiber officinale Rosc. Manfaat tanaman jahe terkenal sebagai tanaman obat yang memiliki kandungan yang baik untuk tubuh.

Jahe juga sudah dikenal sebagai rempah yang punya banyak khasiat oleh masyarakat sejak zaman dulu. Dari itu jahe menjadi salah satu tanaman herbal yang paling banyak dijadikan obat tradisional.

Dari itu apa saja manfaat jahe? Kita akan cari tahu jawabannya di artikel ini!

Kandungan Yang Terdapat di Tanaman Jahe

Jahe atau Zingiber officinale Rosc adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara, yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru negara.

karena terkenal dengan aromanya yang memiliki ciri khas, tanaman ini yang dijadikan bahan masakan sekaligus sebagai pengobatan alternatif di Cina, India, hingga Timur Tengah.

Manfaat tanaman jahe ini dilihat dari berbagai manfaat yang terkandung di dalamnya.

Seperti dalam situs Panganku yang dikelola oleh Kemenkes RI, 100 gram jahe mengandung zat gizi sebagai berikut.

  • Air: 55.0 gram.
  • Energi : 51 kkal.
  • Protein: 1,5 gram (g).
  • Lemak: 1,0 gram.
  • Karbohidrat: 10,1 g.
  • Serat: 12,0 gram.
  • Kalsium: 21 milligram (mg).
  • Fosfor: 39 mg.
  • Besi: 1,6 mg.
  • Natrium: 12 mg.
  • Kalium: 441,7 mg.
  • Tembaga: 0,48 mg.
  • Karoten Total: 9 mikrogram (mcg).
  • Seng: 0,7 mg.
  • Thiamin (Vitamin B1) : 0,02 mg.
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,17 mg.
  • Niasin (Vitamin B3): 3,3 mg.
  • Vitamin C: 4 mg.
  • Manfaat jahe untuk kesehatan

Dari tanaman jahe sudah banyak riset yang meneliti manfaatnya, di antaranya masih ada yang memiliki kekurangan sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut.

  1. Mengurangi mual

Rempah ini banyak digunakan di beberapa makanan dan minuman sebagai bahannya atau bahan pertama dalam komposisinya. misal saja rebusan air jahe, wedang jahe, teh jahe, permen jahe, atau sup ayam jahe.

Makanan dan minuman ini paling baik direkomendasikan ketika Anda sedang kondisi yang rentan seperti mengalami mual dan muntah, seperti sakit, hamil, atau bepergian naik mobil.

Penelitian pada jurnal Integrative medicine insights memberitahukan bahwa konsumsi jahe dapat mencegah sekaligus mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dan orang yang mengalami efek samping karena pengobatan kemoterapi.

potensi jahe ini setelah diamati dapat meningkatkan pergerakan makanan melalui saluran cerna dan memblokir reseptor serotonin di lapisan urus.

Mekanisme ini sangat membantu menenangkan saraf yang memicu refleks muntah.

  1. Melawan infeksi

Jahe juga mengandung gingerol, shogaol, dan paradol. Semuanya merupakan senyawa aktif yang memiliki sifat antibakteri.

Yang artinya, senyawa aktif ini bisa membantu tubuh melawan bakteri yang terinfeksi.

Dalam sebuah sebuah studi yang dimuat pada Phytotherapy Research menunjukkan bahwa ekstrak jahe sanagt efektif melawan bakteri mulut yang menyebabkan gingivitis dan periodontitis.

Gingivitis adalah peradangan pada jaringan lunak di sekitar gigi.

Penyakit ini akibat adanya plak yang menumpuk dan mengundang bakteri untuk berkembang. Akhirnya, jumlah bakteri semakin banyak dan bisa menimbulkan infeksi.

Sedangkan,  periodontitis adalah infeksi pada gusi yang merusak jaringan lunak dan menghancurkan tulang yang menopang gigi.

  1. Kaya antioksidan

Manfaat jahe bagi kesehatan berasal dari kandungan antioksidan, seperti gingerol.

Makanan yang kaya antioksidan ini memperoleh potensi untuk membantu mengurangi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika tubuh kelebihan radikal bebas.

Radikal bebas diperoleh dari hasil metabolisme tubuh, maupun paparan polusi atau sinar matahari.

Ketika stres oksidatif terjadi, sel bisa saja rusak dan kondisi ini dapat memicu banyak penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit Alzheimer.

Mengkonsumsi jahei bisa meningkatkan antioksidan sehingga dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

  1. Menurunkan berat badan

Penelitian pada hewan didalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition memberitahukan konsumsi air dan ekstrak jahe sangat membantu mengurangi berat badan.

Sedangakan pada studi lain juga menunjukkan efek penurunan berat badan pada wanita dengan mengkonsumsi 2 gram bubuk jahe ini selama 12 minggu.

Membantu seseorang untuk mencegah obesitas sekaligus mempertahankan berat badan yang ideal.

Diketahui manfaatnya berasal dari mekanisme rempah ini pada tubuh, yaitu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh.

  1. Meringankan gejala osteoarthritis

Osteoarthritis adalah jenis arthritis, yaitu peradangan pada sendi. Jika seseorang yang mengidap penyakit ini sering kali mengalami nyeri sendi dan sendi kaku.

Penyakit ini bisa mengganggu aktivitas, bahkan pada segelintir kasus parah bisa menyebabkan kelumpuhan.

Dalam penelitian rasa nyeri ternyata dapat berkurang pada beberapa pengidap osteoartritis lutut menurut studi pada jurnal Osteoarthritis and Cartilage, dengan mengkonsumsi 500 mg air jahe setiap hari selama 3 hingga 12 minggu.

Efek yang sama juga terlihat pada kombinasi rempah ini dengan damar wangi, kayu manis, dan minyak wijen yang dioleskan ke kulit.

  1. Menjaga kadar gula darah

Dengan mengkonsumsi rempah ini bisa menjaga kadar gula darah untuk tetap stabil.

“Jahe mengurangi enzim yang memecah karbohidrat sehingga membantu tubuh memetabolisme glukosa”, ujar Candace O’Neill, seorang ahli diet pada tim Cleveland Clinic.

Karena  senyawa gingerol juga mendorong otot untuk menyerap glukosa sehingga membuat tubuh tidak perlu memproduksi insulin ekstra.

Pada normalnya, insulin diproduksi tubuh untuk mengatur gula darah agar tidak tinggi kadarnya.

Akan halnya, pengidap penyakit diabetes tipe 2 sering tidak menghasilkan insulin yang cukup. Akibatnya, glukosa menumpuk di aliran darah.

Efek dari jahe pada gula darah tentu sangat bermanfaat bagi pengidap diabetes.

  1. Mengurangi Sakit PMS

Khasiat rempah ini masih dalam mengurangi rasa nyeri. Efek rempah ini juga memberikan pengaruh pada wanita yang sedang PMS, yakni sindrom pramenstruasi.

Saat PMS terjadi, rasa nyeri yang akan dirasakan jauh lebih hebat sehingga bisa mengganggu aktivitas.

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal The Journal of Alternative and Complementary Medicine membagi beberapa kelompok wanita untuk meminum obat pereda nyeri dan  yang lainnya mengonsumsi bubuk jahe sebanyak 250 mg.

Dari hasilnya, menunjukkan bawha mengkonsumsi bubuk rempah dapat mengurangi rasa nyeri sama efektifnya dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

  1. Menurunkan kadar kolesterol

Dengan mengkonsumsi jahe dapat menurunkan kadar kolesterol. Memang semua tubuh membutuhkan kolesterol, tetapi tidak dalam jumlah yang sangat banyak.

Jika terlalu banyak, kadar kolesterol yang tinggi bisa terjadi dan kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berdasarkan darei hasil penelitian pada Clinical & Medical Biochemistry pengidap kadar kolesterol tinggi diminta untuk mengonsumsi 5 gram bubuk jahe setiap harinya selama 3 bulan.

Hasilnya, menunjukkan penurunan kadar kolesterol sebanyak 17,4 persen dalam masa percobaan.

  1. Mengurangi Reaksi Alergi

Sebuah sytudi mengungkapkan bahwa manfaat jahe dapat meredakan reaksi alergi. Hal tersebut disebabkan karena tanaman herbal ini memiliki efek antiradang yang mampu meredakan reaksi peradangan akibat alergi. Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan.

Beberapa Cara Menambahkan jahe ke dalam menu makanan Anda

9 Manfaat Jahe dan Efek Sampingnya
Manfaat Jahe dan Efek Sampingnya

Untuk mendapatkan manfaat yang sudah disebutkan di atas dengan optimal, Anda bisa menambahkan rempah ini ke dalam menu makanan dan minuman dan pilihlah jahe yang segar.

Berikut cara membuat air rebusan jahe di rumah:

  • Parut 1,5 sendok teh jahe segar
  • Rebus 4 gelas air dan tunggu mendidih
  • Tambahkan jahe ke dalam air panas
  • Biarkan jahe meresap selama sekitar 5-10 menit
  • Saring airnya untuk memisahkan parutan jahe
  • Air jahe dapat diminum baik panas maupun dingin.

Bila rasa jahenya terlalu kuat, boleh tambahkan madu atau perasan air lemon. Minuman jahe memang dapat memberikan beragam manfaat bagi tubuh. Meski demikian, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang jumlah konsumsi air rebusan jahe yang aman untuk anda. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman jahe justru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Efek samping konsumsi jahe yang perlu diperhatikan

Pada saat memilih jahe terutama jika digunakan untuk pengobatan tradisional, dapat memilih jahe yang masih segar, strukturnya kokoh, halus, dan tidak berjamur.

Jika memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan memilih bubuk jahe yang masih murni.

Minuman bubuk jahe yang dijual di pasaran biasanya sudah mengandung tambahan gula.

Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat yang kering, gelap, serta tidak pengap atau panas.

Memang manfaat dari jahe sangat melimpah, tapi bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan.

Batasannya 4 gram per hari, tidak boleh lebih. Jika mengonsumsinya secara berlebihan, sakit perut, perut kembung terasa panas, hingga mulas dan diare bisa terjadi.

Selain itu, konsumsi jahe secara bersamaan dengan obat pengencer darah dapat menimbulkan interaksi obat yang berbahaya.

Oleh sebab itu sebaiknya konsultasi lebih dahulu dengan dokter sebelum menambahkan rempah-rempah ini secara rutin dalam menu makan.

Begitu juga dengan ibu hamil yang ingin mengonsumsi jahe perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya.

sekian artikel dari admin taman ilmu semoga bermanfaat. terima kasih.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button