Berita

Ini Identitas Pelaku Penembakan Massal Di Thailand?

Penembakan Massal Di Thailand

Taman Ilmu | Penembakan massal di Thailand, Siapa Pelakunya? Diketahui terjadi penembakan massal di Thailand, tepatnya di Pusat Penitipan Anak di distrik Uthaisawan Na Klang, Provinsi Nong Bua Lamphu, pada Kamis (6/10/2022).

Seperti dilansir CNN dan BBC, polisi mengatakan pelaku menembak dan menikam anak-anak dan orang dewasa termasuk di antara korban.

Berikut informasi yang diketahui tentang sosok pelaku penembakan massal di Thailand dan kabar terkini terkait insiden tersebut.

PelakuĀ  melakukan aksinya di Pusat Penitipan Anak di Thailand adalah seorang eks polisi. Hal ini seperti dilansir Sky News, Kamis (6/10), dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Thailand mengatakan bahwa pria bersenjata tersebut adalah mantan petugas polisi dan perburuan sedang berlangsung.

BACA JUGA  Saat Akan Di Jemput Paksa KPK, Mardani Maming Tidak Ada Di Apartemennya

Menurut laporan media-media Thailand, pria tersebut dipecat dari kepolisian tahun lalu. Tidak ada rincian detail mengenai identitas pelaku ini dan motifnya.

Usai melakukan serangan tembakan di Pusat Penitipan Anak, pelaku penembakan massal di Thailand bunuh diri. Seperti dilansir AFP, Kamis (6/10), pihak kepolisian mengatakan, penyerang bersenjatakan senapan, pistol dan pisau tersebut melepaskan tembakan ke pusat penitipan anak di provinsi Nong Bua Lam Phu sekitar pukul 12:30 waktu setempat, sebelum melarikan diri dari tempat kejadian dengan sebuah kendaraan.

Identitas Pelaku Penembakan Massal

Siapa identitas pelaku penembakan massal di Thailand? Kolonel polisi Jakkapat Vijitraithaya, dari provinsi tempat, mengidentifikasi pria bersenjata pelaku adalah Panya Khamrab, seorang letnan kolonel polisi yang dipecat dari kepolisian tahun lalu karena penggunaan narkoba. Pelaku penembakan massal itu pergi ke rumahnya dan membunuh istri dan anaknya usai penembakan massal tersebut. Setelah itu dia bunuh diri.

Akibat aksi pelaku penembakan massal di Thailand, jumlah korban tewas dalam insiden tersebut adalah sebanyak 36 orang menninggal. Di antara jumlah korban penembakan massaln di Thailand itu, 24 korban adalah anak-anak.

Otoritas setempat menyebutkan bahwa total korban tewas penembakan massal di Thailan adalah terdiri dari 34 orang dan ditambah 2 orang yakni istri dan anak pelaku pembantaian.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Jumat (7/10), dalam tindak penyerangan pada Kamis (6/10) waktu setempat, sejumlah saksi mata menuturkan pelaku tiba-tiba masuk ke dalam tempat penitipan anak lalu mulai menembaki dan menikam orang-orang di dalamnya.

Usai beraksi di tempat penitipan anak di distrik Uthaisawan Na Klang, Provinsi Nong Bua Lamphu itu, pelaku penembakan massal di Thailand itu pulang ke rumahnya lalu membunuh istri dan anaknya sendiri sebelum menembak dirinya hingga tewas.

Para petugas penyelamat sebelumnya mengevakuasi jenazah korban ke kantor polisi setempat dan menempatkannya di dalam peti-peti mati, dengan staf-staf medis berdiri di samping peti dan keluarga korban menangisi kematian anggota keluarga tercinta mereka.

“Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Ini pemandangan yang tidak ingin dilihat siapapun. Ini mengerikan,” sebut Piyalak Kingkaew yang memimpin tim penyelamat yang pertama tiba di lokasi kejadian.

Sementara itu, di Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata yang tinggi, penembakan massal sangat jarang terjadi. Namun dalam satu tahun terakhir, setidaknya ada dua kasus penembakan pembunuhan oleh tentara, menurut Bangkok Post.

Dan pada tahun 2020, dalam salah satu insiden paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, seorang tentara menembak mati 29 orang dalam amukan selama 17 jam dan melukai banyak orang lainnya sebelum dia ditembak mati oleh pasukan komando.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button